BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Rabu, 15 Desember 2010

9 Toko PC Dapat Penghargaan Kejujuran

Toko yang mempromosikan dan menjual piranti lunak asli dianggap sebagai toko yang 'jujur'. Sembilan di antaranya mendapatkan penghargaan karena 'kejujuran' itu.

Penghargaan itu bernama Star Shop Award yang diberikan oleh Microsoft. Edisi terbaru penghargaan ini diberikan pada sembilan toko berdasarkan survei yang dilakukan pada sekitar 600 toko di Jakarta dan Bandung. kesembilan toko itu akan bergabung dengan 12 dealer PC penerima Star Shop Award sebelumnya.

Menurut Microsoft, selain aktif mempromosikan dan menjual perangkat lunak asli, toko-toko ini juga merupakan anggota dari program Microsoft untuk channel IT, Microsoft Partner Network (MPN).

Berikut adalah sembilan toko pemenang Star Shop Award:

  • Shop Toshiba, Mangga Dua Mall
  • Bhinneka.com, Mangga Dua Mall
  • Quantum Computer, Mangga Dua Mall
  • Kreasindo, Harco Mangga Dua
  • Tops’s Computer, Harco Mangga Dua
  • Platinum, Bandung
  • Duta Com, BEC Bandung
  • Misi, BEC Bandung
  • Daya Computer System, Bandung

Jujur Seperti Apa?

Star Shop Award mulai digelar pada Juni 2010. Tahap pertama, 200 penjual PC di Mal Mangga Dua Jakarta disurvei dan hasilnya 65 penjual PC berhasil melewati putaran pertama penilaian. Setelah putaran pertama itu, seleksi lanjutan menjaring 12 penjual PC yang akhirnya mendapatkan penghargaan.

Kriteria 'Penjual PC Jujur' dari Microsoft bukan soal moralitas. Microsoft menyebutkan, tujuan dari program STAR Shop Award adalah untuk mempromosikan dan memberikan penghargaan kepada penjual PC yang menjual PC baru hanya dengan software asli secara konsisten.

Ini artinya, toko-toko penerima Star Shop Award memiliki penjual yang terlatih dan hanya akan merekomendasikan piranti lunak resmi berlisensi. Konon, jika pembeli datang dan meminta dipasang software bajakan pun tak akan dipenuhi.

'Carrot and Stick'

Jika di satu sisi Microsoft memberikan penghargaan pada 'penjual yang jujur', di sisi lain juga ada upaya memerangi mereka yang menjual produk bajakan.

Microsoft menyampaikan, ada 20 penjual PC di Bandung, Jakarta, Makassar, Surabaya dan Medan yang telah ditangkap oleh pengacara Microsoft yang ditunjuk untuk membahas tindakan pelanggaran yang mereka lakukan.

Microsoft menyebut tindakan hukum ini perlu demi melindungi mitra mereka. Konon, para mitra mengalami kerugian akibat adanya penjual yang 'tidak jujur'.

"Tindakan-tindakan yang perlu dilakukan untuk melindungi mitra bisnis kami dan pelanggan yang jujur. Kami menerima banyak keluhan dari penjual PC bahwa mereka mungkin akan tutup toko jika mereka tidak dapat bersaing dengan tetangga mereka yang menjual PC baru serupa tetapi diinstal dengan software bajakan," sebut Jonathan Selvasegaram, Regional Attorney Microsoft di Singapura.

Apkomindo Mendukung

Dukungan pada program penghargaan itu disampaikan oleh Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo). "Penjual komputer harus menyadari bahwa jika mereka menjual komputer yang diinstal dengan software bajakan, mereka tidak hanya mempengaruhi kehidupan penjual yang jujur, mereka juga menempatkan pelanggan mereka ke dalam resiko karena menggunakan software tanpa lisensi," tutur Suhand Wijaya, Presiden Apkomindo.

Suhanda mengatakan, Apkomindo mau bekerjasama dengan Microsoft untuk memberikan wawasan pada dealer komputer soal software asli. "Software adalah jantung dari komputer Anda. Anda berisiko kehilangan data berharga, informasi pribadi dan akan mengalami downtime saat Anda menggunakan software bajakan," ujarnya.

Menurut Elizabeth Wirapranata, Genuine Software Initiative Lead PT Microsoft Indonesia, Microsoft ingin terus menggandeng Apkomindo dalam menggarap pasar lokal. Termasuk lewat program Star Shop Award tadi.

"Tim hukum kami di Singapura mengambil pendekatan yang tegas terhadap penjual PC yang terus menjual mesin dengan software bajakan, tetapi kami juga memberikan penghargaan bagi mereka yang telah melakukan hal yang benar,"

Sabtu, 11 Desember 2010

Sebelum Marriott Dibom, Kedubes AS Jakarta Kirim Kawat Terkait Terorisme

Kawat-kawat diplomatik rahasia dari Kedubes AS Jakarta yang akan dibocorkan WikiLeaks semakin terang. WikiLeaks mengungkap, ada kawat terkait terorisme yang dikeluarkan 4 hari sebelum peristiwa bom di Hotel JW Marriott pada 17 Juli 2009 lalu.

Sejauh ini, WikiLeaks baru memberikan rekap 3.059 dokumen yang akan dibocorkan dari Kedubes AS di Jakarta dan 167 dokumen dari Konjen AS Surabaya. Rekap dokumen itu disertai tanggal dan perihal yang diketahui dari kode-kode khusus. Namun isi dokumennya memang belum bisa dibaca, karena belum dirilis.

Seperi dilansir dari situsnya, Senin (6/12/2010), sebuah kawat pernah keluar dari Kedubes AS di Jakarta pada 13 Juli 2009. Kodenya adalah PTER, PREL, PGOV, ASEC, ID. Dari kode itu, bisa diketahui isi kawat itu adalah terkait isu terorisme, dikaitkan dengan hankam, pemerintah pusat dan hubungan luar negeri Indonesia.

Pada 17 Juli 2009, bom Marriott pun meledak dan ikut merusak Hotel Ritz-Carlton. Pada tanggal itu pula, langsung keluar kawat lagi dari Kedubes AS Jakarta dengan kode PTER, PGOV, PREL yang artinya terorisme, pemerintah Indonesia dan hubungan luar negerinya.

Kawat-kawat diplomatik terkait terorisme tidak berhenti di situ saja. Pada 21 Juli 2009 atau 4 hari setelah kejadian, kembali keluar kawat berkode PTER, PGOV, PREL, ASEC, CASC, ID. Artinya terkait dengan terorisme dan hankam di Indonesia. Kode CASC atau assistance to citizen berarti ada arahan agar AS membantu Indonesia terkait peristiwa bom itu. Pada 23 Juli 2009 kembali keluar kawat terkait terorisme dengan kode sama.

Jika Kedubes AS sudah mengeluarkan kawat diplomatik soal terorisme, 4 hari sebelum JW Marriott meledak, apa artinya AS sudah tahu akan ada serangan terorisme? Hal itu baru akan terjawab jika dokumen ini dirilis sepenuhnya oleh WikiLeaks.

WikiLeaks saat ini menjadi pusat perhatian karena merilis Cablegate atau skandal kawat diplomatik AS. Ada 251.287 dokumen, termasuk 3.059 dokumen dari Kedubes AS Jakarta dan 167 dokumen dari Konjen AS Surabaya. Dokumen yang akan dibocorkan dari perwakilan AS di Indonesia mulai dari pemerintahan Soeharto pada 19 November 1990 sampai pemerintahan SBY pada 27 Februari 2010.

Wikileaks pada tahun 2009 lalu pernah membocorkan makalah internal milik Kongres AS. Sejumlah makalah pun bertemakan Indonesia, yang dibuat oleh lembaga think-tank milik kongres. Tujuannya untuk membantu Kongres mengambil kebijakan luar negeri.

Namun dokumen ini berbeda jauh dengan apa yang akan dibocorkan Wikileaks saat ini. Target mereka kini bukan kongres AS, tapi Kemlu AS dan kedubes mereka di dunia. Yang dibocorkan pun bukan makalah berlembar-lembar, melainkan telegram-telegram singkat dan berstatus rahasia dari para diplomat. Oleh karena itu, WikiLeaks menyebutnya Cablegate alias skandal telegram atau kawat.

Obama Harus Mundur Jika Menyetujui Tindakan Memata-matai PBB

Salah satu kabel diplomatik yang dibocorkan situs WikiLeaks menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton pernah memerintahkan staf kedutaan AS di seluruh dunia untuk memata-matai PBB. Perintah tersebut sangat serius sehingga mungkin harus mendapatkan persetujuan presiden.

Karenanya Presiden Amerika Serikat Barack Obama harus mundur jika terbukti bahwa dirinya menyetujui perintah Hillary tersebut.

"Seluruh rantai komando yang tahu soal perintah ini, dan menyetujuinya, harus mengundurkan diri jika AS ingin dilihat sebagai negara kredibel yang mematuhi aturan hukum. Perintah tersebut sangat serius sehingga kemungkinan harus mendapat persetujuan presiden," cetus Julian Assange.

Hal itu disampaikan pendiri situs WikiLeaks tersebut dalam wawancara dengan harian Spanyol, El Pais dan dilansir kantor berita AFP, Senin (6/12/2010).

"Obama harus menjawab apakah dia tahu mengenai perintah ilegal ini dan kapan. Jika dia menolak menjawab atau ada bukti dia mendukung tindakan-tindakan ini, dia harus mengundurkan diri," tandas Assange.

WikiLeaks menimbulkan kehebohan saat mulai merilis lebih dari 250 ribu kabel Departemen Luar Negeri AS pada 28 November lalu. Menurut salah satu dokumen, pada Juli 2009, Hillary ternyata pernah memerintahkan staf kedutaan AS di seluruh dunia untuk memata-matai PBB. Antara lain soal nomor telepon yang dituju, rincian kartu kredit, scan mata, sidik jari, serta DNA pejabat asing.

Semua anggota tetap Dewan Keamanan, termasuk Rusia, Cina, Prancis dan Inggris, serta Sekjen PBB Ban Ki-Moon ditargetkan dalam misi mata-mata rahasia tersebut.

AS juga menginginkan informasi biografi dan biometrik perwakilan permanen Dewan Keamanan PBB. Tidak hanya itu, Hillary juga meminta data lengkap jadwal kerja, alamat email, nomor fax, pemilik website, dan nomor ponsel.

Tugas memata-matai ini bisa dianggap melanggar hukum internasional serta merusak kepercayaan negara lain terhadap AS.

Myanmar Diam-diam Bangun Lokasi Nuklir

Saksi-saksi mata di Myanmar mengklaim telah melihat bukti bahwa lokasi rudal dan nuklir diam-diam sedang dibangun di kawasan hutan terpencil di negeri itu. Hal ini semakin menimbulkan kekhawatiran bahwa rezim militer Myanmar diam-diam tengah mengembangkan senjata nuklir.

Para teknisi Korea Utara (Korut) membantu membangun fasilitas rahasia tersebut. Demikian menurut kabel-kabel diplomatik rahasia AS yang dirilis situs WikiLeaks seperti dilansir Guardian, Jumat (10/12/2010).

Dalam kabel diplomatik dari Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Myanmar tersebut, seorang pejabat Myanmar mengatakan, dirinya melihat para teknisi Korut membantu membangun fasilitas bawah tanah di kaki bukit yang jaraknya sekitar 480 kilometer barat daya Yangon.

"Orang-orang Korut, dibantu oleh para pekerja Burma, tengah membangun fasilitas bawah tanah bertulang beton yang jaraknya 500 kaki dari atas gua ke puncak bukit di atas," demikian menurut kabel tersebut.

Menurut pejabat Myanmar tersebut, 300 teknisi Korut bekerja di lokasi tersebut.

Menurut keterangan saksi mata yang dikumpulkan staf Kedubes AS, pekerjaan pembangunan fasilitas nuklir tersebut masih dalam tahap awal. Namun Kedubes AS menganggap itu sebagai perkembangan yang mengganggu sebab Myanmar bisa mengikuti jejak Pakistan dan Korut yang memiliki senjata nuklir.

Sejak tahun 2002 lalu telah beredar rumor bahwa Myanmar diam-diam berupaya mengembangkan bom nuklir dengan bantuan Korut. Namun selama ini kedua negara tersebut membantah keras hal itu. Junta militer Myanmar menegaskan bahwa tak ada orang-orang Korut di negeri tersebut.

Pemerintah Myanmar sejak lama telah mengungkapkan keinginannya untuk membangun reaktor nuklir sipil guna memenuhi kebutuhan energi listrik yang sangat kurang di negeri itu. Myanmar telah menandatangani perjanjian dengan Rusia untuk membangun reaktor nuklir tersebut.

Namun proyek tersebut sejauh ini belum berhasil dimulai dikarenakan kurangnya dana. Perjanjian rahasia dengan Korut akan merupakan pelanggaran aturan internasional mengenai proliferasi nuklir.

MoU Diam-diam Pemerintah RI-Microsoft Dibongkar

Ketika posisi Menteri Komunikasi dan Informatika dipegang Sofyan Djalil, Indonesia sempat dihebohkan dengan adanya Memorandum of Understanding (MoU) 'rahasia' antara pemerintah Indonesia dengan Microsoft. Nah, dokumen MoU tersebut rupanya juga ikut dibongkar Indoleaks.

Keberadaan MoU yang pernah terendus pada akhir 2006 lalu ini memang cukup mencengangkan pada masa itu. Pasalnya, pemerintah RI disebutkan berniat membeli 35.496 salinan sistem operasi Microsoft Windows dan 177.480 salinan Microsoft Office dari vendor software raksasa asal AS itu.

"Inilah dokumen yang sempat menghebohkan dunia telematika Indonesia beberapa tahun lalu. Sebuah perjanjian rahasia antara pemerintah RI dengan Microsoft," tulis Indoleaks, dalam situsnya yang dikutip detikINET, Jumat (10/12/2010).

Dalam dokumen tersebut disebutkan dengan jelas bahwa hadirnya MoU ini merupakan aksi lanjutan dari pertemuan Presiden SBY dengan pendiri Microsoft Bill Gates di Redmond, Amerika Serikat, pada 27 Mei 2005.

Kemudian, kesepakatan kedua belah pihak lantas diresmikan dengan MoU yang ditandatangani Menkominfo pada saat itu Sofyan Djalil dan Chris Atkinson, Presiden Microsoft South East Asia.

Sontak saja, kala itu banyak desakan yang dilontarkan agar pemerintah membatalkan nota kesepahaman tersebut. Sampai pada akhirnya, kasus ini semakin lama tenggelam dimakan zaman.

Indoleaks sendiri pada Jumat (10/12/2010) siang, diketahui sudah tidak bisa diakses. Kemungkinan, situs yang disebut-sebut mirip Wikileaks namun bercitarasa lokal ini tak kuat menahan banyaknya pengakses. Pasalnya, ketika baru muncul, situs ini sudah jadi pembicaraan di jejaring sosial.

Nah, lantaran rasa penasaran yang besar dari pengguna internet Tanah Air inilah yang bisa jadi penyebab tumbangnya Indoleaks. Mereka tak kuat menahan serbuan pengunjung atau bisa juga ada suatu lembaga tertentu yang meminta situs tersebut untuk segera ditutup.

Gara-gara WikiLeaks, Pentagon Cekal Flash Disk

Pembocoran berbagai dokumen rahasia di WikiLeaks bikin banyak pihak kebakaran jenggot, terutama yang datanya ikut tersebar. Departemen Pertahanan Amerika Serikat pun dilaporkan berusaha mencegah kejadian memalukan itu terjadi lagi.

Larangan pemakaian media penyimpanan seperti USB Flash Disk atau DVD pun muncul di Pentagon. Mayor Jenderal Richard Weber, komandan Air Force Network Operations memerintahkan para tentara segera menghentikan pemakaiannya pada sistem yang terhubung dengan SIPRNET.

SIPRNET, kependekan dari Secret Internet Protocol Router Network merupakan sebuah jaringan terpisah dan rahasia milik Departemen Pertahanan AS.

"Semua organisasi Angkatan Udara harus segera melarang aktivitas transfer data SIPRNET di media penyimpanan," demikian tertera dalam perintah tersebut, dikutip detikINET dari CNN, Sabtu (11/12/2010).

Menurut situs teknologi Wired yang mengklaim mendapat bocoran dari Pentagon, semua angkatan di militer juga telah merilis peraturan serupa. Hal ini demi mencegah terjadinya kebocoran data militer ke publik.

Beberapa waktu lalu, seorang pekerja di Pentagon dilaporkan mengambil ribuan dokumen dari SIPRNET berbekal sebuah media penyimpanan. Kemudian, dia menyerahkan data tersebut ke pihak WikiLeaks.

Pentagon jelas tidak mau kecolongan seperti itu lagi. Karena itu tidak heran mereka kini sangat ketat menjaga sistem penyimpanan data-datanya yang dianggap rahasia

Irisan Tipis Sapi Mentah yang Mak Nyuss

Via Veneto adalah ruas jalan pendek yang sangat terkenal dan elite di Roma, Italia. Sebuah film djadoel karya Federico Fellini di tahun 1960-an, berjudul La Dolce Vita (Hidup yang Indah), menampilkan beberapa scenes di jalan ini.

Hotel-hotel mewah, butik-butik eksklusif, restoran-restoran berkelas, juga Kedutaan Besar Amerika Serikat - semuanya ada di jalan ini. Istana Quirinale dan Palazzo Barberini juga tidak jauh dari sini. Setidaknya, ada dua nama dunia untuk tempat nongkrong di Via Veneto, yaitu: Harry’s Bar, Hard Rock Cafe. Sedangkan restoran-restoran terkenal antara lain adalah Cafe de Paris, Cafe Veneto, Ristorante La Dolce Vita, dan lain-lain.

Hampir semua restoran berbentuk ruangan berdinding kaca, dibangun di antara trotoar dan jalan raya, sehingga tamu restoran dapat melihat lalu-lintas mobil maupun “cuci mata” melihat pejalan kaki yang tampak modis di trotoar. Suasananya sungguh sangat romantis.

Akhirnya, saya sempat juga mengajak istri makan di sini. Karena Cafe de Paris sudah terlalu over-rated - bahkan banyak yang kecewa mutu layanan dan makanannya, maka kami memilih Cafe Veneto di sebelahnya. Kafe ini mempunyai dua bangunan kaca terpisah. Yang besar merupakan ristorante, memuat sekitar 100 kursi. Sedang yang kecil adalah Wine Lounge dan Asador, dengan kapasitas sekitar 40 kursi. Kami memilih Wine Lounge karena terlihat lebih romantis.

Asador adalah istilah untuk restoran yang khusus menyajikan daging sapi panggang Argentina. Rupanya, pemilik Cafe Veneto juga pedagang besar yang mengimpor Argentinian Beef yang terkenal itu. Tidak heran bila menu-nya menampilkan hidangan daging sapi populer itu.

Saya memilih Beef Carpaccio sebagai appetizer. Carpaccio adalah boeuf tartare versi Italia, yaitu daging sapi mentah dari Argentina yang diiris setipis kertas, kemudian dikucuri saus campuran Dijon mustard, cuka balsamik, minyak zaitun. Di atasnya ditaburi freshly cracked lada hitam dan garam laut, disajikan dengan daun rucola serta serutan keju Parmesan. Tetapi, di Cafe Veneto kejunya bukan Parmesan, melainkan Formaggio di Fossa (keju domba yang sudah mature/keras).

Untungnya, saya memilih Brunello Montalcino dari Antinori (Pian delle Viegne, 2005) yang sungguh sangat mulus dan padan untuk mengiringi carpaccio. Anggur ini dibuat dari 100 persen Sangiovese, warna merahnya cantik seperti ruby. Aromanya pun sangat indah, dengan semriwing mawar mengiringi aroma kopi dan tembakau. Sedangkan rasanya yang sedikit manis mencuatkan sedikit coklat dan berbagai berries. Tak heran bila Robert Parker Jr. memberi angka 92 untuk wine ini.

Sayangnya, saya salah memilih main course. Brunello mestinya cocok mengiringi beef tenderloin yang medium rare. Tetapi, di Cafe Veneto ternyata entrecote-nya hanya tersedia untuk porsi dua orang. Padahal, istri saya kurang suka beef. Akhirnya, saya memesan Saltimbocca alla Romana yang memang sangat khas Roma.

Sekalipun saltimbocca dibuat dari veal (daging sapi muda), teman-teman Muslim sebaiknya memesan menu ini dengan hati-hati. Soalnya, daging sapi muda ini dilapisi beberapa lembar daun sage dan prosciutto (ham). Setelah di-panfried, disiram dengan saus berbasis wine. Di beberapa restoran di Italia, saltimbocca digulung seperti rolade dan dimasak dengan Marsala dan mentega.

Karena makanan yang kami pesan tidak terlalu elaborate, sementara wine-nya sendiri berharga Eu 105, rekening makan malam kami berdua “hanya” sekitar Eu 200 (Rp 2,5 juta). Paola, sommelier cantik yang melayani kami malam itu, malah memberi kami complimentary vin santo dan almond biscotti sebagai pencuci mulut.

Sungguh, sebuah pengalaman makan malam yang mengesankan. La Dolce Vita!